Sistem Monitoring pH Air, Total Dissolved Solids (TDS) dan Kekeruhan Air pada Tandon berbasis Internet of Things (IoT)
DOI:
https://doi.org/10.59632/magnetic.v5i2.634Keywords:
Kualitas Air, Sistem Monitoring, IoT, ThingspeakAbstract
Air bersih merupakan kebutuhan pokok seluruh masyarakat di Indonesia. Di daerah Kalimantan Tengah, terutama Kota Palangka Raya mempunyai permasalahan air tanah yang kondisinya asam dikarenakan berlahan gambut. Seringkali air tanah dari lahan gambut tersebut langsung dipakai tanpa memperhatikan kualitas air. Dari permasalahan tersebut perlu dikembangkan sistem monitoring pH air, Total Disolved Solids (TDS) dan pengukuran tingkat kekeruhan air yang akan ditempatkan pada tandon air warga berbasis Internet of Things (IoT). Penelitian ini bertujuan memantau kualitas air secara real time sehingga dapat membantu masyarakat dalam mengelola air bersih. Metode penelitian meliputi perancangan sistem monitoring, kalibrasi sensor, uji coba sistem di lapangan, evaluasi dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan data kalibrasi sensor pada sistem monitoring pH air, TDS, dan kekeruhan air pada tandon mempunyai nilai error dibawah 1% sehingga mempunyai kualitas yang baik. Data eror sensor pH air sebesar 0.202% pada rentang 0.02% hingga 0.45%, sedangkan sensor TDS memiliki nilai error 0.367% dengan variasi 0.04% hingga 0.69%, dan sensor kekeruhan nilai errornya 0.36%, dengan kisaran 0.1% hingga 0.6%. Selanjutnya dalam monitoring secara real time menggunakan Thingspeak data perameter dapat terpantau dengan baik, yaitu data pH air berada di rentang 6-10, kemudian nilai TDS berada di rentang 0-100%, dan nilai kekeruhan air fluktuatif berada di rentang 0-160NTU. Dengan hasil ini, sistem yang dikembangkan dalam memonitoring kualitas air mampu memberikan data yang akurat untuk mendukung pemantauan kualitas air.
Downloads
References
[1] L. G. I. Fatristya, W. Saimah, I. Hadi, and E. Aryanti, “Peran Air Bersih dan Sanitasi dalam Meningkatkan Kualitas Hidup: Tinjauan Literatur terhadap Pencapaian Tujuan SDGs 2030,” Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika., vol. 6, no. 1, 2025. DOI: https://doi.org/10.29303/geoscienceed.v6i1.598
[2] A. E. A. Septyaningrum and W. D. Kurniawan, “Analisa Sistem Pengendalan Dan Monitoring Tingkat Kekeruhan Tandon Air Berbasis Arduino Uno Dan Internet Of Things,” Jurnal Pendidikan Teknik Mesin., Volume 10 Nomor 02 Tahun 2021, 26 - 32
[3] R. Agnestisia, R. M. Iqbal, A. Damsyik, and W. A. Nareyasa, “Pelatihan Pembuatan Unit Pengolahan Air Gambut Bagi Masyarakat Di Kelurahan Kalampangan, Kota Palangka Raya,” Logista - J. Ilmiah Peng. kepada Masy., vol. 6, no. 2, p. 108, Dec. 2022, doi: 10.25077/logista.6.2.108-111.2022.
[4] D. Suherman and N. Sumawijaya, “Menghilangkan Warna Dan Zat Organik Air Gambut Dengan Metode Koagulasi-Flokulasi Suasana Basa,” J.Ris.Geo.Tam, vol. 23, no. 2, p. 125, Nov. 2013, doi: 10.14203/risetgeotam2013.v23.75.
[5] M. Hidayat and N. Mardiyantoro, “Sistem Pemantauan dan Pengendalian pH Air Berbasis IoT Menggunakan Platform Arduino,” j. penelit. dan pengabdi. kpd. masy. unsiq, vol. 7, no. 1, pp. 65–70, Jan. 2020, doi: 10.32699/ppkm.v7i1.1039.
[6] R. Sari and A. Fata, “Sistem Pemantauan dan Pengendalian Kekeruhan Berbasis Internet of Things Untuk Aplikasi Pada Proses Pengolahan Air Bersih,” Jurnal Serambi Engineering, Volume IX, No.2, April 2024. https://doi.org/10.32672/jse.v9i2.1336
[7] T. Rikanto, “Sistem Monitoring Kualitas Kekeruhan Air Berbasis Internet Of Thing,” JF, vol. 11, no. 2, pp. 87–90, Aug. 2021, doi: 10.37859/jf.v11i2.2714.
[8] W. Krisno, R. Nursahidin, R. Y. Sitorus, and F. R. Ananda, “Penentuan Kualitas Air Minum Dalam Kemasan Ditinjau Dari Parameter Nilai Ph Dan Tds”. Jurnal Integrasi Vol. 14 No. 1, April 2022, 61-68. DOI: https://doi.org/10.33019/snppm.v5i0.2747
[9] S. Nugraha, R. T. Putra, R. Pramana, H. A. Kusuma, E. Prayetno, and D. Nusyirwan, “Monitoring Keasaman dan Kekeruhan Air menggunakan Mikrokontroler Berbasis Internet of Things,” Jurnal Sustainable: Jurnal Hasil Penelitian dan Industri Terapan, vol. 09, no. 02, 2020.
[10] A. B. Fakhrizal, Y. Romdania, E. P. Wahono, and A. Herison, “Kalibrasi Alat Ukur Sedimen Tersuspensi Berbasis Turbidity Sensor”. JRSDD, Edisi Desember 2022, Vol.10, No.4, Hal:591-604 DOI: https://doi.org/10.23960/jrsdd.v10i4.2857
[11] A. D. Pangestu, F. Ardianto, and B. Alfaresi, “SISTEM MONITORING BEBAN LISTRIK BERBASIS ARDUINO NODEMCU ESP8266,” JA, vol. 4, no. 1, p. 187, Jun. 2019, doi: 10.31851/ampere.v4i1.2745.
[12] S. Arifin, N. Kurniawati, R. Agustiani, and G. Elsandika, “Sistem Monitoring Kesuburan Lahan Pertanian menggunakan Sensor pH, Sensor Suhu, Intensitas Cahaya, dan Kelembapan Tanah Berbasis Internet of Things,” Jurnal Riset Fisika Indonesia, vol. 05, no. 02, 2025.
[13] D. R. Tisna, B. J. Martin Putra, T. Maharani, and H. Hasnira, “Metode Peningkatan Akurasi pada Sensor TDS Berbasis Arduino untuk Nutrisi Air Menggunakan Regresi Linier,” JI, vol. 14, no. 1, pp. 61–68, Apr. 2022, doi: 10.30871/ji.v14i1.3906.
[14] J. Mailoa, E.P Wibowo, and R. Iskandar “Sistem Kontrol dan Monitoring Kadar PH Air pada Sistem Akuaponik Berbasis NodeMCU ESP8266 Menggunakan Telegram,” jikstik, vol. 19, no. 4, Dec. 2020, doi: 10.32409/jikstik.19.4.336.
[15] D. Ramdani, F. M. Wibowo, and Y.A. Setyoko “Rancang Bangun Sistem Otomatisasi Suhu Dan Monitoring pH Air Aquascape Berbasis IoT (Internet Of Thing) Menggunakan Nodemcu Esp8266 Pada Aplikasi Telegram,” J. OF INISTA, VOL. 3, NO. 1, PP.059-068, NOV 2020, DOI: 10.20895/INISTA.V2I2














