Analisis Anomali Sinyal Ultra Low Frequency (ULF) sebagai Indikator Penentu Prekursor Gempabumi di Kota dan Kabupaten Kupang Tahun 2023

Authors

  • Mika Mayelsa Universitas Nusa Cendana
  • Hery Leo Sianturi Universitas Nusa Cendana
  • Abdul Wahid Universitas Nusa Cendana
  • Philips B. Mudamakin Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kupang
  • Arief Tyastama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kupang

DOI:

https://doi.org/10.59632/magnetic.v5i2.578

Keywords:

Geomagnet, Prekursor, Gempabumi, Ultra Low Frequency

Abstract

Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu Provinsi yang memiliki seismitas paling aktif di Indonesia. Tatanan tektonik Nusa Tenggara Timur dipengaruhi oleh aktivitas Lempeng Indo-Australia yang bertumbukan dan menunjam di bawah Lempeng Eurasia. Aktivitas ini mengakibatkan adanya lipatan atau patahan aktif di Nusa Tenggara Timur, khususnya Pulau Timor yang berada tepat di atas daerah penunjaman. Penelitian ini menganalisis Anomali Emisi Sinyal Ultra Low Frequency (ULF) satu bulan sebelum terjadinya gempabumi di Kota dan Kabupaten Kupang pada tahun 2023. Dengan M > 5 dan M < 5 masing-masing 3 kejadian gempabumi dengan kedalaman yang sama yaitu < 100 km. Gempa-gempa tersebut adalah gempa yang terjadi pada 20 Februari 2023, 10 April 2023, 08 Juni 2023, 02 November 2023, 12 November 2023, dan 28 Desenber 2023. Anomali pada sinyal polarisasi Z/H terdeteksi beberapa hari sebelum kejadian gempabumi, menunjukkan fluktuasi signifikan tanpa adanya badai magnetik, yang mendukung hipotesis bahwa sinyal tersebut berhubungan dengan gempa. Onset time untuk beberapa gempabumi adalah: 20 Februari 2023 (05 Februari, 13:00 UTC), 10 April 2023 (07 April, 09:00 UTC), 08 Juni 2023 (14 Mei, 14:00 UTC), 02 November 2023 (13 Oktober, 09:00 UTC), 12 November 2023 (01 November, 13:00 UTC), dan 28 Desember 2023 (22 Desember, 01:00 UTC). Arah episenter untuk enam kejadian gempa berada dalam batas toleransi azimuth 25° dari azimuth sebenarnya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] R. Yulyta, “Analisis Prekursor Gempabumi Wilayah Sumatera Barat Berdasarkan Magnetic Data Acquisition System Periode Juli 2016-Maret 2017,” 2017.

[2] T. Chetia, S. Baruah, S. Baruah, C. Dey, and S. Sharma, “Weibull distribution analysis of precursory time due apparent resistivity anomaly prior to earthquakes in the vicinity of multi-parametric geophysical observatory, Tezpur, India,” Geomatics, Nat. Hazards Risk, vol. 11, no. 1, pp. 1093–1114, 2020, doi: 10.1080/19475705.2020.1775714.

[3] U. Wahyuningsih, S. Rasimeng, and K. Karyanto, “Analisis Anomali Sinyal Ultra Low Frequency Berdasarkan Data Pengukuran Geomagnetik sebagai Indikator Prekursor Gempabumi Wilayah Lampung Tahun 2016,” JGE (Jurnal Geofis. Eksplorasi), vol. 4, no. 2, pp. 187–200, Jan. 2020, doi: 10.23960/jge.v4i2.16.

[4] C. Ramadhani, B. Kanata, A. Zainuddin, and N. M. Seniari, “Analisis Polarisasi Power Rasio Untuk Prekursor Gempa Bumi Lombok 2018,” Jurmal Saintek, vol. 3, pp. 9–10, 2021.

[5] S. Nursarifa et al., “Anomali Gas Radon Sebagai Prekursor Gempabumi,” J. Widya Climago, vol. 2, no. 2, pp. 112–124, 2020.

[6] M. Hamidi, S. Ahadi, V. Friska, and M. Marzuki, “Investigating ultra-low frequency emissions and total electron content anomalies as earthquake precursors in Sumatra (2019–2020),” Kuwait J. Sci., vol. 51, no. 2, p. 100196, 2024, doi: 10.1016/j.kjs.2024.100196.

[7] M. Hamidi, E. L. Namigo, and Ma’muri, “Identifikasi Anomali Sinyal Geomagnetik Ultra Low Frequency Sebagai Prekursor Gempabumi dengan Magnitudo Kecil di Wilayah Kepulauan Nias M.,” J. Ilmu Fis., vol. 10, no. 1, pp. 53–62, 2018.

[8] A. Cynthia, Penentuan Anomali Emisi Ultra Low Frequency (Ulf) Sebagai Prekursor Gempabumi (Studi Kasus: Sumber Gempabumi di Wilayah Provinsi Sumatera Barat dan Sekitarnya tahun 2021) Skripsi. 2021.

[9] A. Rachman, Penentuan Magnitudo Gempabumi dengan Menganalisa Amplitudo Anomali Magnetik Prekursor Gempabumi dan Jarak Hypocenter pada Daerah Kupang. 2017.

[10] M. Marzuki et al., “ULF geomagnetic anomaly associated with the Sumatra-Pagai Islands earthquake swarm during 2020,” Contrib. to Geophys. Geod., vol. 52, no. 2, pp. 185–207, 2022, doi: 10.31577/congeo.2022.52.2.2.

[11] S. Ahadi et al., “Anomalous ULF Emissions and Their Possible Association with the Strong Earthquakes In Sumatra, Indonesia, during 2007-2012,” J. Math. Fundam. Sci., vol. 47, no. 1, pp. 84–103, 2015, doi: 10.5614/j.math.fund.sci.2015.47.1.7.

[12] M. Hamidi, E. L. Namigo, and Ma’muri, “Analisis Anomali Sinyal Geomagnetik menggunakan Metode Detrended Fluctuation Analysis pada Gempabumi Magnitudo 6,1 di Lebak, Banten,” J. Ilmu Fis., vol. 10, no. 1, pp. 53–62, 2018.

Downloads

Published

2025-09-08

How to Cite

Analisis Anomali Sinyal Ultra Low Frequency (ULF) sebagai Indikator Penentu Prekursor Gempabumi di Kota dan Kabupaten Kupang Tahun 2023. (2025). Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application, 5(2), 443-454. https://doi.org/10.59632/magnetic.v5i2.578