Karakterisasi Potensi dan Kerentanan Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kota Maumere Kabupaten Sikka Provinsi NTT

Authors

  • Wihelmus Stefanus Soy Universitas Nusa Cendana
  • Hadi Imam Sutaji Universitas Nusa Cendana
  • Bernandus Universitas Nusa Cendana
  • Abdul Wahid Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.59632/magnetic.v5i2.558

Keywords:

Banjir, Potensi, Sistem Informasi Geografis (SIG), Overlay

Abstract

Telah dilakukan penelitian karakterisasi potensi dan kerentanan banjir berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerawanan dan kerentanan banjir berdasarkan beberapa parameter fisik seperti curah hujan, kemiringan lereng, tutupan lahan, jenis geologi, dan jarak terhadap sungai (buffer). Selain itu, kerentanan sosial, fisik, ekonomi, dan lingkungan juga dianalisis untuk menganalisis dampak dari bencana banjir. Metode yang digunakan adalah overlay peta dengan sistem skoring dan pembobotan terhadap masing-masing parameter. Metode Overlay dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan teknik untuk menggabungkan dua atau lebih lapisan data spasial (peta) untuk menghasilkan peta baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas kerawanan Daerah dengan tingkat kerawanan tinggi mencakup luas 2.758,55 Ha (45,52%), kerawanan sedang 2.232,83 Ha (36,84%) dan kerawanan rendah 1.068,73 Ha (17,64%). 

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] M. Sinurat, A. P. Mulia, and M. Faisal, “Analisis Spasial Daerah Banjir Menggunakan Hec-Ras Dan QGIS Untuk Sub Das Babura,” J. Syntax admiration, vol. 3, no. 1, pp. 141–162, 2022.

[2] M. R. Amri et al., Risiko bencana indonesia. Jakarta: Badan Nasional Penangulangan Bencana, 2016.

[3] V. Parmelian, A. D. Siregar, and Y. M. Said, “Geologi Dan Potensi Kerawanan Banjir Bandang Desa Sungai Jernih Dan Sekitarnya, Kecamatan Pondok Tinggi, Kabupaten Kerinci, Jambi,” J. Geocelebes, vol. 6, no. 1, pp. 24–36, 2022, doi: 10.20956/geocelebes.v6i1.14824.

[4] M. Erkamim, I. R. Mukhlis, Putra, and M. Adiwarman, Sistem Informasi Geografis, no. December. 2023.

[5] BMKG, “Normal Hujan Bulanan,” BMKG Sampali. Accessed: Jan. 23, 2025. [Online]. Available: https://bmkgsampali.net/normal-hujan-bulanan/#:~:text=Normal curah hujan ini terbagi,tinggi (%3E500 mm)

[6] H. Rakuasa, J. K. Helwend, and D. A. Sihasale, “Pemetaan Daerah Rawan Banjir di Kota Ambon Menggunakan Sistim Informasi Geografis,” J. Geogr., vol. 19, no. 2, pp. 73–82, 2022, doi: 10.15294/jg.v19i2.34240.

[7] M. Khoiri, M. L, and A. Widodo, Risk Assessment Methodologies for Landslides in East Java,. 2014.

[8] Z. U. angger P. Aji and Suharyadi, “Pemetaan Penginderaan Jauh Dan Sistem Informasi Geografis Dalam Pemetaan Genangan Skala Mikro Untuk Kajian Persebaran Leptospirosis Di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah,” J. Bumi Indones., vol. 5 (4), pp. 1–10, 2016.

[9] M. S. DS, “SIG Untuk Memetakan Daerah Banjir Dengan Metode Skoring Dan Pembobotan (Studi Kasus Kabupaten Jepara),” J. Fasilkom Udinus, pp. 1–10, 2015.

[10] Natannael, S., J. P., Winata, O. P., & Sintari, C. L. (2024). Analisis Pemetaan Daerah Rawan Banjir DI Kabupaten Katingan. Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika, 8(4), 4550–4556.

[11] Triani, & Mehora, S. (2022). Pemetaan Daerah Rawan Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis Sebagai Upaya Antisipasi Bencana Banjir di Kecamatan Pomalaa. 5.

[12] Sari, P. K., Heriyanto, & Syam, M. A. (2023). Analisis Tingkat Kerawanan Banjir Di Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Teknik Geologi: Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi, 6(2), 1–13.

Downloads

Published

2025-09-08

How to Cite

Karakterisasi Potensi dan Kerentanan Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kota Maumere Kabupaten Sikka Provinsi NTT. (2025). Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application, 5(2), 499-506. https://doi.org/10.59632/magnetic.v5i2.558