Potensi Fitokimia Akar Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl): Analisis Kandungan Senyawa Bioaktif

Authors

  • Agustina Mogi Akademi Farmasi Santo Fransiskus Xaverius
  • Theresia Tia Akademi Farmasi Santo Fransiskus Xaverius

DOI:

https://doi.org/10.59632/magnetic.v5i1.489

Keywords:

Fitokimia; Cabe Jawa; Akar; Metabolit Sekunder; Skrining; Maserasi.

Abstract

Tanaman obat Piper retrofractum Vahl, juga dikenal sebagai cabe jawa, secara tradisional digunakan untuk meredakan nyeri, terutama dengan menggunakan bagian akarnya. Tanaman ini tumbuh dengan baik di Kabupaten Sikka. Namun, penelitian fitokimia belum melakukan penelitian yang mengidentifikasi bahan apa yang ada dalam akar cabe jawa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bahan metabolit sekunder yang ada dalam akar tanaman. Metode yang digunakan adalah eksperimen pra-eksperimental. Akar cabe jawa yang telah dikeringkan dan digiling menjadi serbuk kasar adalah bahan sample yang dipilih secara acak. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol. Selain itu, skrining fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan terpenoid. Data dikaji secara deskriptif dan kualitatif. Seperti yang ditunjukkan oleh hasil skrining, ekstrak akar cabe jawa mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan steroid. Penemuan penelitian ini memberikan kontribusi awal untuk eksplorasi fitokimia cabe jawa dan membuka peluang penelitian lanjutan mengenai aktivitas farmakologis senyawa yang terkandung di dalamnya. Penemuan ini juga mendukung potensi akar cabe jawa sebagai sumber bahan aktif alami yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam bidang fitofarmaka.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] S. Agustina, Ruslan, dan A. Wiraningtyas, “Skrining Fitokimia Tanaman Obat di Kabupaten Bima | Cakra Kimia (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry),” vol. 4, hal. 1–6, 2016, [Daring]. Tersedia pada: https://jurnal.harianregional.com/index.php/cakra/article/view/21426

[2] BPOM RI, “Cerdas Memilih dan Menggunakan Obat Tradisional yang Aman,” Badan Pengawas Obat dan Makanan, hal. 1–39, 2023, [Daring]. Tersedia pada: https://www.pom.go.id/new/admin/dat/20220113/HANDBOOK_OT_AMAN_BPOM2021.pdf

[3] D. W. Safitri dan M. H. Syafitri, “Skrining Fitokimia Ekstrak Kloroform dari Buah Cabe Jawa yang Dikeringkan dengan 2 Metode Berbeda,” J. Pharmasci (Journal Pharm. Sci., vol. 7, no. 2, hal. 137–142, 2022, doi: 10.53342/pharmasci.v7i2.292.

[4] H. Irawan et al., “Instant Granule Formulation Combining White Sweet Potato Leaves Extract (Ipomoea batatas (L.) Lam.) and Javanese Chili (Piper retrofractum Vahl),” J. SAINS Nat., vol. 14, hal. 36–43, Jan 2024, doi: 10.31938/jsn.v14i1.612.

[5] I. S. C. Taufik dan S. Soleha, “Pharmacological activities of piper retrofactum,” J. Info Kesehat., vol. 10, no. 1, hal. 254–260, 2020.

[6] R. Hussein dan A. El-Anssary, “Plants Secondary Metabolites: The Key Drivers of the Pharmacological Actions of Medicinal Plants,” P. Builders, Ed., Rijeka: IntechOpen, 2018. doi: 10.5772/intechopen.76139.

[7] A. Koprivova dan S. Kopriva, “Plant secondary metabolites altering root microbiome composition and function.,” Curr. Opin. Plant Biol., vol. 67, hal. 102227, Jun 2022, doi: 10.1016/j.pbi.2022.102227.

[8] A. R. Kumara, “Metodologi penelitian kualitatif,” Metodol. Penelit. Kualitatif, hal. 3–92, 2018.

[9] D. Firmansyah dan Dede, “Teknik Pengambilan Sampel Umum dalam Metodologi,” J. Ilm. Pendidik. Holistik, vol. 1, no. 2, hal. 85–114, 2022.

[10] N. I. AR., Y. Kadang, dan A. Permatasari, “Uji Identifikasi Senyawa Alkaloid Ekstrak Metanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk) Dari Kab. Ende Nusa Tenggara Timur Secara Kromatografi Lapis Tipis,” J. Farm. Sandi Karsa, vol. 5, no. 1, hal. 52–56, 2019, doi: 10.36060/jfs.v5i1.42.

[11] N. P. Dewi, “Uji Kualitatif dan Kuantitatif Metabolit Sekunder Ekstrak Etanol Daun Awar-Awar (Ficus septica Burm.f) dengan Metode Spektrofotometer UV-VIS,” Acta Holistica Pharm., vol. 2, no. 1, hal. 16–24, 2020.

[12] I. A. Handayani dan P. P. B. Chandraa, “Skrining Fitokimia dan Penetapan Kadar Tanin Ekstrak Daun Litsea elliptica Blume,” Lumbung Farm. J. Ilmu Kefarmasian, vol. 5, no. 1, hal. 53, 2024, doi: 10.31764/lf.v5i1.17435.

[13] M. B, “Etanol Buah Delima (Punica granatum L.) dengan Metode Uji Warna,” J. Akunt., vol. XIII, no. 2, 2017.

[14] I. A. Reiza, L. Rijai, dan F. Mahmudah, “Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Kulit Nanas (Ananas comosus (L.) Merr),” Proceeding Mulawarman Pharm. Conf., no. Oktober 2019, hal. 1–5, 2019, doi: 10.25026/mpc.v10i1.371.

[15] E. F. Fatwami1 dan S. Royani2, “Skrining Fitokimia dan Uji Antioksidan Ekstrak Daun Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.),” J. Syifa Sci. Clin. Res., vol. 5, no. 2, hal. 253–260, 2023, doi: 10.37311/jsscr.v5i2.20896.

[16] R. B. Halimu, R. Sulistijowati, dan L. Mile, “Identifikasi Kandungan Tanin pada Sonneratia Alba | Identification of tannin content in Sonneratia Alba.,” NIKe J., vol. 5, hal. 93–97, 2017.

[17] I. Nurjannah, B. Ayu, A. Mustariani, dan N. Suryani, “Skrining Fitokimia dan Uji Antibakteri Ekstrak Kombinasi Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix) dan Kelor (Moringa oleifera L.) sebagai Zat Aaktif pada Sabun Antibakteri,” Spin, vol. 4, no. 1, hal. 23–36, 2022, doi: 10.20414/spin.v4i1.4801.

Downloads

Published

2025-03-26

How to Cite

Potensi Fitokimia Akar Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl): Analisis Kandungan Senyawa Bioaktif. (2025). Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application, 5(1), 420-425. https://doi.org/10.59632/magnetic.v5i1.489