Analisis Pengaruh Fenomena Enso Terhadap Curah Hujan di Kota Kupang
DOI:
https://doi.org/10.59632/magnetic.v6i2.869Keywords:
El Niño–Southern Oscillation (ENSO), Oceanic Niño Index (ONI), Variabilitas curah hujan, Korelasi Pearson, Kota KupangAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fenomena El Niño Southern Oscillation (ENSO) terhadap variabilitas curah hujan di Kota Kupang serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan teori klimatologi. Data yang digunakan mencakup catatan curah hujan bulanan Kota Kupang dan Oceanic Niño Index (ONI) periode 2015–2024. Metodologi penelitian menggunakan analisis statistik deskriptif, analisis komparatif, analisis anomali curah hujan, dan analisis korelasi Pearson dengan bantuan perangkat lunak Python. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena ENSO memengaruhi variabilitas curah hujan di Kota Kupang, meskipun kekuatan hubungannya relatif lemah. Fase La Niña menghasilkan rata-rata curah hujan tertinggi sebesar 149 mm/bulan, dibandingkan dengan 136 mm/bulan pada fase El Niño dan 75 mm/bulan pada fase Normal. Analisis korelasi Pearson menunjukkan koefisien korelasi keseluruhan sebesar r = ?0,137, yang mengindikasikan hubungan negatif yang sangat lemah, sehingga ENSO berpengaruh terhadap variabilitas curah hujan di Kota Kupang, tetapi bukan merupakan faktor yang dominan. Secara umum, fase La Niña dikaitkan dengan peningkatan curah hujan, sedangkan pengaruh El Niño terhadap penurunan curah hujan tidak teramati secara konsisten sepanjang periode penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabilitas curah hujan di Kota Kupang dipengaruhi oleh ENSO, namun juga dipengaruhi oleh faktor-faktor klimatologis lainnya.
Downloads
References
[1] Bates, B.C., et al. 2008. Climate Change and Water. IPCC Technical Paper VI.
[2] Philander, S. (1990). El Niño, La Niña, and the Southern Oscillation. San Diego, CA: Academic Press.
[3] Ropelewski, C.F., & Halpert, M.S. (1987). Global and Regional Scale Precipitation Patterns Associated with the El Nino/Southern Oscillation. Monthly Weather Review, 115(8), 1606-1626.
[4] Agustina, A., Akhsan, H., Ariska, M., Suhadi, & Andriani, N. (2025). Analysis of Rainfall Patterns in the Nusa Tenggara Region Using the Fast Fourier Transform (FFT) Method and its Relationship with El Niño and IOD. Indonesian Physical Review, 8(1), 268–280.
[5] IPCC. (2021). Climate Change 2021: The Physical Science Basis.
[6] BMKG. (2021). Analisis Bencana Hidrometeorologi: Dampak Siklon Tropis Seroja di Nusa Tenggara Timur. Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
[7] Fathony, A. R., Zakaria, A., Wijaya, R. C., & Kusumastuti, D. I. (2023). Studi Analisis El Niño dan La Niña terhadap Curah Hujan Menggunakan Fast Fourier Transform (FFT) dan Lomb-Periodogram (Studi Kasus: Provinsi Jawa Tengah). JRSDD, 11(2), 311–320.
[8] Hartantio, F., Zakaria, A., & Kusumastuti, D. I. (2021). Pengaruh El Niño dan La Niña terhadap Data-Data hujan Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. JRSDD, 9(3), 513–522.
[9] Nabilah, F., Prasetyo, Y., & Sukmono, A. (2017). Analisis Pengaruh Fenomena El Niño dan La Niña Terhadap Curah Hujan Tahun 1998-2016 Menggunakan Indikator ONI (Oceanic Niño Index). Jurnal Geodesi Undip, 6(4), 402-412.
[10] Warat, Y. F. B., Karlina, & Sujono, J. (2024). Karakteristik kekeringan meteorologis dan pengaruh El Niño Southern Oscillation di Nusa Tenggara Timur. Proceedings Civil Engineering Research Forum, 4(1).
[11] Cai, W., McPhaden, M. J., Grimm, A. M., et al. (2021).
Changing El Niño–Southern Oscillation in a Warming Climate.
Nature Reviews Earth & Environment.
[12] Yun, K. S., Lee, J. Y., Timmermann, A., et al. (2021).
Increasing ENSO–rainfall variability due to changes in future tropical temperature–rainfall relationship.
Communications Earth & Environment.


