Identifikasi Zona Akuifer Karst Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas di Daerah Baumata Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur
DOI:
https://doi.org/10.59632/magnetic.v6i2.839Keywords:
Akuifer; Karst; Gelistrik; Resistivitas; SchlumbergerAbstract
Kawasan karst memiliki potensi air tanah yang cukup besar, namun keberadaan akuifer umumnya sulit teridentifikasi karena sistem aliran air berkembang melalui rekahan dan rongga batu gamping. Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang merupakan kawasan karst yang memanfaatkan mata air dan sumur sebagai sumber air bersih, namun informasi mengenai letak dan pola penyebaran akuifer di bawah permukaannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zona akuifer karst berdasarkan nilai resistivitas serta menganalisis pola penyebaran akuifer di daerah penelitian. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger dengan lima titik sounding dan panjang bentangan masing-masing 300 m. Data hasil pengukuran berupa arus kuat dan beda potensial diolah menggunakan perangkat lunak IP2WIN melalui inversi satu dimensi (1D), kemudian dikorelasikan menjadi penampang dua dimensi (2D) untuk menginterpretasikan kondisi bawah permukaan dan pola penyebaran akuifer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai resistivitas bawah permukaan berkisar antara 11,7 ?m hingga 15.774 ?m. Zona akuifer karst ditunjukkan oleh nilai resistivitas rendah sebesar 11,7–74,5 ?m yang teridentifikasi pada seluruh titik sounding.
Downloads
References
[1] E. S. Maesaroh, “Kajian Literatur Pemanfaatan Sungai Bawah Tanah di Kawasan Karst dalam Perspektif Konsep Water-Energy-Food (WEF) Nexus,” 2025, [Online]. Available: https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/57222%0Ahttps://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/57222/21513140.pdf?sequence=1&isAllowed=y
[2] N. Banunaek, H. Z. Kotta, A. Sinuhaji, A. Ahmad, and Y. Rumbino, “Sosialisasi Geowisata Speleologi Dusun Bonen, Desa Baumata ( Dalam Mendukung Desa Binaan Fakultas ),” Tekmas, vol. 4, no. 1, pp. 38–43, 2024.
[3] A. Wahid, Sunaryo, A. Susilo, and Wiyon, “Identification of Karstification Zoning and Aquifer Channels in Karst Basin at Sendang Biru Beach, Malang-Indonesia: A Case Study,” Int. J. Des. Nat. Ecodynamics, vol. 17, no. 3, pp. 391–400, 2022, doi: 10.18280/ijdne.170309.
[4] M. Sehah and H. Ratsanjani, “Eksplorasi sumber air tanah bawah perbukitan kapur (karst) menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger di desa Darmakradenan kecamatan Ajibarang kabupaten Banyumas,” J. Teras Fis., vol. 4, no. 1, p. 194, 2021, doi: 10.20884/1.jtf.2021.4.1.3863.
[5] R. Fadla, M. S. Arif Nugraha, E. Erni, and G. Gunawan, “Identifikasi Zona Akuifer Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Wenner dan Schlumberger di Megal Kabupaten Blora,” J. Fis. Flux J. Ilm. Fis. FMIPA Univ. Lambung Mangkurat, vol. 19, no. 2, p. 174, 2022, doi: 10.20527/flux.v19i2.12187.
[6] Darsono, “Identifikasi Akuifer Dangkal dan Akuifer dalam dengan Metode Geolistrik (Kasus : Di Kecamatan Masaran ), Indonesia Journal of Applied Physics.,” Surabaya Univ. Sebel. Maret., vol. 1, no. April, pp. 40–49, 2016.
[7] K. E. Pamuji, T. T. Tukan, and A. Musyafa, “Identifikasi Zona Akuifer Dengan Menggunakan Metode Tahanan Jenis (Resistivity) Konfigurasi Dipole-Dipole Di Kota Manokwari, Papua Barat,” J. Nat., vol. 18, no. 1, pp. 13–20, 2022, doi: 10.30862/jn.v18i1.166.
[8] Lowrie, Fundamentals Of Geophysics, Second Edition. In Cambridge University Press. Cambridge University Press, 2007.
[9] Telford, Resistivity Methods, vol. 3. 1990.
[10] D. Hanifa, I. Sota, and S. S. Siregar, “Penentuan Lapisan Akuifer Air Tanah Dengan Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger Di Desa Sungai Jati Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan,” J. Fis.FLUX, vol. 13, no. 1, pp. 30–39, 2016, [Online]. Available: http://ppjp.unlam.ac.id/journal/index.php/f/article/view/1636


